//
you're reading...
Uncategorized

Maaf dan Terima Kasih

Maaf
Maaf kalau selama ini aku belum bisa menjadi seperti apa yang kamu harapkan. Belum bisa membuatmu bahagia. Maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang selama ini telah aku lakukan.

Maaf.
Aku tahu ini salah. Tak seharusnya aku mengusik hidupmu dengan pengakuan ini. Kata cinta mestinya hanya boleh kita ucapkan ketika waktunya tiba. Setelah aku berjabat tangan dengan bapakmu dihadapan para saksi sambil mengucapkan kalimat “qobiltu nikahaha wa tazwijaha … … ” dan kemudian mereka mengatakan “sah”.

Maaf.
Maaf aku belum bisa menjadi sesuatu yang bisa kau banggakan. Kebanggaan di depan teman-teman dan kolegamu. Terutama di hadapan ibu dan bapak, orang tuamu.

Maaf.
Maaf bila aku harus pergi. Bukan ku menyerah. Ku hanya tahu diri. Aku memang belum memiliki apapun untuk dibanggakan. Kelak ku kan kembali untuk memenuhi janji yang telah terucap bila memang kesempatan itu masih ada. Aku akan tetap melihatmu meski dari kejauhan.

Dan terima kasih.
Terima kasih untuk semua yang sudah kamu berikan. Terima kasih untuk waktu-waktu yang sudah kita lalui bersama. Kau pernah, masih, dan akan tetap menjadi bagian terindah dalam hidupku.

Maaf dan terima kasih.

Advertisements

About Syaifchenko

just an ordinary boy who want be an unique boy.

Discussion

No comments yet.

Tuliskan Komentar Anda di sini.. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: