//
you're reading...
Uncategorized

Macet

Parah, mungkin itu kata pertama keluar dari mulut gua.
Gimana enggak? Hari Sabtu kemaren harusnya gua pulang kantor jam 2 siang.
Ehh, ada costumer yg neLpon suruh jangan pulang dulu, “nanggung udah dijalan” katanya.
Lha, “nanggung” geh sampe 2 jam.
Akhirnya gua keluar kantor jam 4 lewat.

Mau keluar dari CSB (Cirebon Super Blok), antrian untuk keluar aja ada 50 motor lebih. Kebanyang ga?
Mana ada bocah yang maen nyerobot-nyerobot antrian. Bikin Gua tambah kesel aja.
Di jalan cipto, jalanan padet sama kendaraan bermotor roda dua dan empat.
Udah kayak Kota Jakarta aja, pikir Gua.
Semua kendaraan saling berebut untuk bisa lewat lebih dulu.
Apalagi yg pake motor, nyerempet² dikit ga masalah.

Disitu gua kepikiran cerita² dari para ulama yang bilang kalo di akhirat (padang mahsyar) nanti kita akan dibangkitkan dalam keadaan , sorry, telan**ng dan ga akan sempet untuk lirik kanan-kiri. Bahkan untuk merasa malu aja enggak.
Kita semua sibuk mikirin urusan masing². Seperti kutipan hadist berikut :

Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Aisyah ra, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak berkhitan.” Aku barkata, ‘Wahai Rasulullah, kalau begitu kaum laki-laki dan wanita bisa saling memandang satu sama lainnya?” Beliau menjawab, Wahai Aisyah, urusan pada hari itu sangat dahsyat dari sekedar  saling memandang satu sama lainnya.”
            Bahkan Tarmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas ra, Nabi Saw bersabda, “Kamu akan dikumpulkan tanpa beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan.” Seorang wanita berkata, “Mungkinkah sebagian kita memandang aurat sebagian yang lain?”  Beliau menjawab, “Wahai Fulanah, bagi setiap orang pada hari itu ada perkara yang cukup membuat mereka sibuk dengan urusan dirinya.” Dan Tarmidzi mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Kenapa Gua sampe mikir sejauh itu?
Karna kalo lagi macet parah gitu, kita, atau gua sendiri aja deh, udah ga sempet untuk tengak-tengok, yg gua pikirin gimana caranya ga kelamaan kena macet. Bahkan kalo sampe papasan atau ketemu sama temen ataupun kenalan kadang² ga ngeh.
Itu baru MACET. Gimana keadaan di akhirat nanti coba?
Ambil Hikmahnya aja.

Emang kadang sesuatu itu bisa menjadi perumpamaan atau contoh buat kita.
Tergantung kita dari cara kita melihatnya.

Advertisements

About Syaifchenko

just an ordinary boy who want be an unique boy.

Discussion

No comments yet.

Tuliskan Komentar Anda di sini.. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: